DUKUNG KETAHANAN PANGAN, SATGAS PAMTAS YONKAV 3/AC HADIR DI PERBATASAN

    DUKUNG KETAHANAN PANGAN, SATGAS PAMTAS YONKAV 3/AC HADIR DI PERBATASAN

    Nanga Badau, Kalimantan Barat - Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Satgas Pamtas Yonkav 3/AC terus menggencarkan kegiatan pertahanan pangan di wilayah perbatasan. Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah melalui kegiatan panen cabai dan berbagai jenis sayuran lainnya.

    Kegiatan panen ini merupakan hasil dari pemanfaatan lahan kosong di sekitar pos Satgas yang sebelumnya telah ditanami cabai, sayur mayur, dan tanaman hortikultura lainnya. Program tersebut tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan personel Satgas, tetapi juga untuk membantu meningkatkan ketersediaan pangan bagi masyarakat di wilayah perbatasan.

    Komandan Satgas Pamtas Yonkav 3/AC Letkol Kav Alfid Dwi Arisanto, S.Sos menyampaikan bahwa kegiatan pertahanan pangan ini merupakan wujud kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat perbatasan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong kemandirian pangan serta memberikan contoh kepada masyarakat bahwa lahan yang ada dapat dimanfaatkan secara produktif, ” ujarnya.

    Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Satgas dengan masyarakat, melalui kerja sama dan gotong royong dalam proses penanaman hingga panen.

    Dengan adanya program pertahanan pangan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan, khususnya di wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


    🔆ANDHAKA CAKTI BERHASIL🔆
    🇮🇩ANDHAKA UNTUK INDONESIA🇮🇩

    ⚙️TRI DAYA CAKTI⚙️

    #badau
    andhaka

    andhaka

    Artikel Sebelumnya

    SATGAS PAMTAS YONKAV 3/AC WUJUDKAN KEPEDULIAN...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    KPK Dalami Peran Eks Stafsus Menag, Gus Alex, dalam Kasus Kuota Haji
    Rancangan UU Disinformasi Ancaman Kebebasan Berekspresi?
    PA3KN DPR Gelar Workshop Penulisan Karya Ilmiah Kebijakan untuk Penguatan Analisis APBN
    Putusan Pengadilan Terhadap Mantan Ibu Negara Korsel Terkait Kasus Dugaan Korupsi Segera Dibacakan
    Thomas Djiwandono Deputi Gubernur BI, Said Abdullah: Publik Tak Perlu Khawatir

    Ikuti Kami